Sejarah Desa Pasir Huni
Pasirhuni adalah salah satu desa di Kecamatan Ciawi, wilayah utara Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Secara historis, kawasan Tasikmalaya berakar pada Kabupaten Sukapura (warisan kerajaan-kerajaan Sunda) yang kemudian berevolusi menjadi Kabupaten Tasikmalaya modern. Ciawi sendiri dikenal kuat menjaga tradisi Sunda dan menjadi salah satu pintu gerbang utara Tasikmalaya. Desa Pasirhuni berdiri pada tahun 1880 yang berada pada ketinggian ± 525 mdpl di atas permukaan laut, dengan bentang wilayah perbukitan,yang terletak di sebelah Utara Kabupaten Tasikmlaya Provinsi Jawa Barat
Tahun Berdiri dan Administrasi
Menurut laman resmi desa, Desa Pasirhuni berdiri pada 1880 dan kini berada pada ketinggian ±525 mdpl. Pembagian wilayah administratif saat ini meliputi 8 kedusunan, 16 RW, dan 42 RT. (Catatan: sumber lama tahun 2013 mencatat 7 dusun—indikasi penataan wilayah bertambah dari waktu ke waktu).
Budaya & Tradisi
Identitas budaya Sunda di Ciawi hidup dalam keseharian warga, termasuk di Pasirhuni. Salah satu tradisi yang terdokumentasi riset adalah Munggahan—kegiatan silaturahmi keluarga/komunitas sekitar sepekan sebelum Ramadan sebagai penanda menyambut bulan suci; praktiknya mengalami adaptasi makna seiring waktu namun tetap berfungsi memperkuat kohesi sosial.